Jumat, Desember 2, 2022
Beranda Penulis Dikirim oleh Andri Nazaruddin

Andri Nazaruddin

26 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Ulama dan Guru Ngaji Garda Terdepan Bentengi Paham Radikal di Masyarakat

Parigi (Redaksi Tadzkiroh) Para ulama, guru ngaji harus mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga dan membentengi umat dari paham pemikiran menyimpang dan radikal.

“Tugas kita semua membina menjaga dan membentengi umat terhadap paham-paham kegamaan menyimpang ke Pangandaran, jangan sampai ada guru ngaji mengajarkan pemikiran garis keras kepada anak-anaknya,” demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran H. Cece Hidayat di Islamic Center Kec. Parigi, Selasa (4/8/2020).

“Jangan sampai ada orang yang memiliki ajaran pemahaman menyimpang, karena itu akan merusak apalagi mengkafirkan orang lain,” sambungnya.

Ia juga mengajak semua guru ngaji dapat menyampaikan sikap moderasi beragama pada masyarakat.

“Kiyai adalah panutan umat yang akan diikuti oleh umat, Bapak ibu semua merupakan garda terdepan di Kementerian Agama dalam pembinaan umat. Mari kita berjuang agar ajaran islam terus berkembang dengan baik,” tuturnya.

Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menggelar pembinaan kepada guru ngaji/ ustadz se-Kecamatan Parigi dan Cijulang.

Terlebih, H. Cece mengatakan bahwa lembaga pendidikan keagamaan Islam sebagai tulang punggung dan jantung pendidikan islam, perlu terus dibina dan dikembangkan agar tejaga relevansi, urgensi dalam merespon harapan masyarakat, hal inilah yang menginisasi kegitan pembinaan di gelar Kemenag.

Pada kesempatan itu ia mengajak para tokoh agama agar dapat mengerakkan umat turut serta mensukseskan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada bulan Desember mendatang.

“Sebagai warga negara yang baik, kita harus wajib berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Kab. Pangandaran, saya berpesan jangan sampai pecah gara-gara perbedaan sikap politik,” ujarnya.

“Kita semua punya kewajiban memilih sosok pemimpin kepala daerah yang tepat dan layak memimpin Kab. Pangandaran 5 tahun kedepan, tentunya sesuai dengan pilahnnya masing-masing,” pungkasnya. (Andri)

Program Indonesia Pintar (PIP) Santri di Pangandaran Bakal Segera Terrealisasi

H. Sarip Hidayat, S.Ag, M.Pd.I Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Pangandaran

Cijulang-Redaksi TadKiroh. Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran melalui Seksi Pendidikan Agama dan Kegamaan Islam menggelar sosialisasi penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2020 untuk santri Pondok Pesantren.

Kepala Kemenag Kab. Pangandaran H. Cece Hidayat mengungkapkan, perhatian pemerintah kepada dunia pesantren saat ini terus ditingkatkan, mulai dari bantuan pembangunan, sarana prasarana, PIP dan yang lainnya.

“Bahkan dalam penyediaan sarana prasarana pun sekarang ini mulai diperhatikan,” ungkap Cece dalam kegiatan yang diikuti oleh 66 pimpinan pondok pesantren, Selasa (14/7/2020)

Ia mengungkapkan, lahirnya undang-undang pesantren merupakan bentuk pengakuan dan perhatian dari pemerintah terhadap kiprah pesantren. Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa UU Pesantren menjadi payung hukum untuk pemberian anggaran bagi pondok pesantren.

“Sekarang sudah ada payung hukumnya, APBN bisa berikan, APBD juga bisa berikan. Payung hukumnya sudah ada, kalau sudah ada payung hukum, konsekuensi logisnya Pemda bisa menganggarkan dan itu menjadi perintah undang-undang tinggal nanti kita menunggu ,” ungkapnya.

Ia menyakini ke depan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam akan seperti halnya madrasah yang diakui sebagai pendidikan formal. Sejak diberlakukan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan Islam mendapatkan pengakuan sama dengan pendidikan umum.

“Saya yakin kedepan pesantren akan seperti itu, tetapi jangan takut kehadiran undang-undang pesantren tidak akan mengubah pola pembelajaran di pesantren,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H. Sarip Hidayat menyampaikan bahwa tahun ini anggaran PIP untuk santri yang tidak berstatus sebagai peserta didik pada satuan pendidikan umum sebanyak 3.467, ada penambahan dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini kuota PIP yang ada pada DIPA Kemenag sebanyak 3.467 yang rinciannya tingkat Ula sebanyak 875 orang, Wustho 1765, dan Ulya 827. Besaran manfaat yang diterima untuk jenjang Ula sebesarRp. 450.000,-, jenjang Wustho Rp. 750.000-, sedangkan jenjang Ulya sebesar Rp. 1.000.000-‘.,” ujarnya dalam kegiatan yang berlangsung di Diniyah Takmiliyah Al-Mansur Cijulang.

Namun yang akan direlaisasi sebanyak 2.691 orang santri, 9 orang pada tingkat Ula, 1765 Wustho, dan 287 untuk tingkat Ulya sehingga total sebanyak 2.691 orang.

Ia berharap bulan depan anggaran PIP dapat terserap, sehingaga bisa dimanpaatkan untuk keperluan kebutuhan santri di pesantren.

“Sekarang masih dalam tahapan mengumpulkan persyaratan sebagai syarat pembuatan rekening. Mudah-mudahan akhir bulan Agustus sudah bisa dirasakan oleh penerima, itupun kalau semua administrasi yang bersangkutan dengan BJBS telah selesai,” imbuhnya.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Kemenag Pangandaran, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, serta Pimpinan Bank BJBS Banjar. (Andri Nazarudin)

Kembali Dibuka, Pesantren Sabilil Muttaqin Berlakukan Protokol Kesehatan yang Ketat

Kalipucang-Redaksi Tadzkiroh.com – Tenda besar yang dijadikan pos pemeriksaan terlihat saat memasuki gerbang Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Kalipucang Pangandaran, beberapa petugas tampak berjaga dan sigap menyambut setiap pengunjung pesantren dengan alat pengukur suhu tubuh dan daftar pengunjung.

“Assalamu alaikum, mohon maaf kami data dulu ya pak, nama dari mana dan keperluan Bapak,” ujar salah satu dari mereka. Setelah itu, petugas lain mengukur suhu tubuh para pengunjung dan memperbolehkan kami masuk karena suhu tubuh kami masuk kategori normal.

“Untuk dimaklumi semua, setiap orang yang akan masuk pesantren, baik santri, wali santri, guru dan tamu lain, di pos depan akan dideteksi suhu tubuhnya. Bila melebihi 38 derajat, tidak diperkenankan masuk pesantren,” kata Dewan Pengurus PSM ustad Sahlan saat ditemui redaksi Tadzkiroh, Senin (13/7/2020).

Ia menjelaskan bahwa seiring dengan dibuka kembalinya pesantren, protokol kesehatan dijalankan dengan sebaik mungkin. Selain di deteksi suhu tubuh semua wajib pakai masker, dan cuci tangan. Untuk memudahkan semua orang mengakses sarana cuci tangan pihaknya telah menyediakan kran air sepanjang jalan pesantren.

“Sebagai langkah antisipasi penyebaran covid di lingkungan Pesantren diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Protokol ini diberlakukan saat kedatangan, selama di asrama, masjid, ruang makan, ruang belajar dan kantin,” kata Ustad Sahlan

Ia mengungkapkan bahwa di antara sekian banyak protokol yang paling dominan dan wajib ditaati seluruh santri yaitu menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan menerapkan hidup bersih dan sehat.

Ia menambahkan bahwa, setelah dipulangkannya santri akibat Pandemi Covid-19, dalam waktu dekat, seluruh santri Pesantren akan kembali datang secara bertahap mulai tanggal 10 s.d 15 Juli mendatang.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kepadatan dan lebih memudahkan penataan mengikuti protokol kesehatan. Kedatangan santri ke pesantrenpun dilakukan sesuai zonasi wilayah.

Khusus bagi santri yang baru datang dari rumah, yang berasal dari Pangandaran cukup membawa surat sehat dari Puskesmas, namun bagi santri dari luar Pangandaran, selain bawa surat sehat nantinya akan menjalani rapid tes di pesantren.

“Direncankan tanggal 15 juli, santri berasal dari luar Pangandaran akan di rapid tes yang digelar Tim Gugus Tugas Daerah,” terangnya.

“Rapid tes ini sendiri adalah fasilitas yang diberikan pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk santri PSM dari luar kabupaten untuk memastikan tidak adanya kluster dan penyebaran di lingkungan pesantren,” pungkasnya. (Andri Nazarudin)

Batal Berangkat, Sebagian Besar Calon Jamaah Haji Asal Pangandaran Tak Tarik Dana Haji

Cijulang.Tadzkiroh.com – Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pangandaran diperkirakan lebih memilih tidak menarik uang setoran pelunasan Biyaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH). Sejak 3 pekan paska dikeluarkannya KMA, sampai dengan hari ini baru ada 1 orang yang mengajukan pembatalan pelunasan.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran mencatat sudah ada calon jamaah haji yang telah mengusulkan penarikan BIPIH.

“Baru satu orang calon jamaah asal Kecamatan Padaherang dan itu sesuai regulasi insaalloh dalam jangga 9 hari sudah masuk ke rekening jamaah,’’ kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Ujang Sutaryat saat ditemui, Jum’at (19/6/2020) di ruangan kerjanya.

Dia menjelaskan, permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya haji itu bisa disampaikan secara tertulis. Dalam pelaksanaannya, calon jamaah harus membawa dokumen asli seperti bukti pelunasan setoran BIPIH, buku tabungan masih aktif atas nama calon haji beserta fotokopinya, identitas diri beserta fotokopi identitas diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

“Jadi alurnya semua jamaah yang akan mengambil dana pelunasan dia harus datang langsung ke Kantor Kemenag, setelah pihak Kemenag akan memeriksa dokumennya, setelah itu kami akan langsung bersurat ke Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji melalui system Siskohat setelah itu nanti akan ada pemberitahuan kepada Jamaah bahwa dana sudah masuk rekening jamaah.” Imbuhnya.

Dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama Nomor : 494 Tahun 2020 tentang pembatalan haji salah satu poin penting dalam KMA tersebut, jamaah yang telah melunasi bisa mengambil kembali biyaya pelunasannya dengan tidak mengambil setoran awal.

“Konsekuensinya apabila dana pelunasan diambil maka jamaah akan memperolehh pengembalian sesuai pelunasan dan tetap berhak melunasi pada tahun 2021. Tapi kalau diambil semua dengan setoran awal maka orang tersebut harus mendaftar dari awal lagi,” jelasnya.

H. Ujang menambahkan, bagi jamaah yang tidak mengambil dana pelunasannya, maka dana pelunasan sekitar 11 juta akan dikelola oleh BPKH dan nilai manfaatnya akan diberikan seminggu sebelum peberangkatan. (Andri Nazarudin)

Pandemi Covid-19, Tak Pengaruhi Minat Santri Masuk ke Pesantren Sabilil Muttaqin

Kalipucang.Tadzkiroh.com – Di tengah wabah Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi minat santri masuk belajar ke Pesantren. Salah satunya di Pesanteren Sabilil Muttaqin (PSM) jumlah pendaftar santri baru (PSB) setiap harinya terus bertambah.

Semenjak dibukanya PSB beberapa waktu lalu, tidak menyurutkan para santri baru untuk daftar ke pesantren. Panitia (PSB) Pesantren Sabilil Muttaqin, Emplak Kalipucang
mencatat setidaknya ada sekitar 300 lebih santri telah mendaftar secara online.

“Setiap tahun ajaran baru jumlah pendaftar terus mengalami peningkatan. Sementara ini kapasitas sarana pesantren terbatas, jadi pendaftar santri baru tidak bisa terlalu besar. Sampai saat ini sudah mencapai 275 pendaftar, rinciannya calon santri jenjang MTs 201 dan calon santri jenjang MA sebanyak 74,” ungkap Ust. Darmanu Khusfa S.Pd.I dalam keterangannya melalui sambungan Whatsap Kamis, (18/6/2020).

Dia menjelaskan, sebenarnya secara kalender pendidikan, PPDB akan berlangsung sampai bulan depan, karena pendaftar telah melewati target panitia telah menyampaikan pendaftaran santri baru dibuka secara online sampai dengan tanggal 26 Juni.

“Panitia PSB minta maaf barangkali tidak semua pendaftar diterima di pesantren. Karena disamping kapasitas yang terbatas, juga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon santri baru,” tuturnya.

Darmanu menambahkan, seluruh proses seleksi nantinya akan diselenggarakan secara daring, mulai dari pendaftaran hingga test wawancara. Kebijakan itu diambil menyusul pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

“Teknisnya panitia akan menelpon setiap calon santri melalui wali atau orang tuanya. Untuk proses seleksi akan dilaksanakan melalui wawancara jarak jauh via telephone, karena belum memungkinkan untuk mendatangkan calon santri, dikarenakan banyak juga yang dari luar daerah. Jadi semua calon santri tetap di rumah”. jelasnya. (Andri)

PCNU Pangandaran Bakal Fungsikan Bangunan Eks Gedung KUA Jadi Sekretariat dan Kegiatan Keagamaan

Cijulang – Tadzkiroh.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran meyerahkan dokumumen Hak Guna Pakai (HGB) eks bangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangandaran kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran.

Dokumen MOU perjanjian kerjasama pemanfaatan gedung hak milik Kemenag yang berdiri diatas tanah milik Pemda seluas 234 m² langsung diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Cece Hidayat kepada ketua Tanfidziyah PCNU Pangandaran di Kantor Kemenag, Selasa (02/6/2020).

Rencannya bangunan tersebut bakal dijadikan kantor sekretariat PCNU dan
akan dimanfaatkan untuk kegitan keagamaan, hal itu menyusul belum rampungnya pembangunan gedung PCNU yang berlokasi di Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi.

Ketua Tanfidziyah PCNU Pangandaran, KH. Rd. Hilal Faridz mengapresiasi pihak Kemenag yang telah bersedia memberikan hak guna pakai gedung bangunan KUA.

“Alhamdulillah dari Kemenag telah memberikan hak guna pakai selama gedung PCNU belum selesai, kebetulan yang punya hak priogratif dari Pemda dan Kemenag, lokasi itu sangat setrategis insyaalloh akan kami jadikan sekretariat dan kegitan PCNU,” ungkapnya.

“Atasnama pribadi dan pengurus PCNU menghaturkan terimaksih kepada pihak Kemenag dan Pemerintah Daerah yang selama ini mensuport Nahdlatul Ulama PCNU Pangandaran untuk lebih bergandengan dan harmonis dengan Pemerintah” imbuhnya.

Rd Hilal mengungkapkan, pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Pangandaran yang memiliki ukuran 25×9 meter persegi di atas tanah seluas 37 bata pembangunannya ditargetkan akan selesai tahun depan.

“Insyaaloh ditargetkan pada tahun 2021 pembangunan gedung PCNU selesai, tipe bangunannya dua lantai satu lantai untuk aula dan kegitan rapat, nanti juga akan kami didesain sedemikan rupa supaya lebih menarik,” jelasnya.

Sebelumnya, akhir tahun 2019 Kemenag Pangandaran telah memberikan bantuan untuk pembangunan gedung PCNU, bantuan tersebut merupakan salah satu langkah ikhtiar Kemenag membantu percepatan pembangunan gedung PCNU. (Andri Nazarudin)