Beranda Opini Kepedulian Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Agama dan Keagamaan di Pangandaran

Kepedulian Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Agama dan Keagamaan di Pangandaran

266
0

Luar biasa, kata itu yang pantas disematkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan pantas merniliki tagline “Pangandaran hebat”, Kali ini, Bupati Pangandaran telah membuktikan bahwa beliau sangat peduli dengan insan dan lembaga vertikal Kementerian Agama.

Tidak hanya kepada lembaga Kemenag Kabupaten Pangandaran, beragam program keagamaanpun digelontorkan berdasarkan fakta dan data bahwa Pemda Kab. Pangandaran memiliki tingkat kepedulian kepada program pendidikan agama dan keagamaan sangat hebat. Tidak tangung tanggung, Tahun anggaran 2019, sekitar Rp 23,096 milyar digelontorkan untuk peningkatan pendidikan karakter, seperti Pangandaran hebat bagi madrsah negeri swasta 6,8 M, Ajengan Masuk Sekolah (AMS) Rp. 2,8 M, Pengandaran Mengaji Rp 8.3 M, Pesantren Ramadhan Rp 1.1 M. Serta bantuan Pembangunan/Rehabilitasi bagi pondok pesantreru masjid, dan madrasah Rp 9,4 M, insentif guru honor kemenag 3 M.

Kepedulian kepada pendidikan agama dan keagamaan di Pangandaran, bukan sekedar niat semata, karena tidak sedikit Kabupaten/Kota yang memiliki PAD/ APBD sangat besar, akan tetapi tidak mau dan mampu mengalokasikan sekaligus merealisasikan dan tertuang dalam APBD, tentu dengan berbagai alasan.

Ruh dari tingginya tingkat kepedulian kepada program pendidikan agama dan keagamaan sangat tergantung kepada kepedualian dan ruhul jihad Bupati, Wakil, dan didukung DPRD, Tokoh maysarakat/ulama dan Masyarakat Kab. Pangand aran. Makna Jihad yang dirnaksud itu adalah semua ikhtiar yang maksimal dan sungguh sungguh untuk menghasiikan sesuatu yang diridioi Allah SWT, berupa amal shaleh, keimanan, menolak sesuatu yang dimurkai-Nya berupa kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.

“Pangandaran hebat”, menjadi ruh sekaligus motivator dan visi yang harus dijaga dan disosialisasikan kepada masyarakat. Karena kesuksesan satu wilayah, tidak bisa diukur dari geliat pembangunan fisik semata, tetapi harus diimbangi dengan membangun jasmani dan ruhani.

Pendidikan ruhani lebih mengedepankan pendidikan karakter, dan menjadi model pendidikan yang sangat mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Keseimbangan ini yang harus dijaga dan dikelola oleh orang orang yang hebat. “Pangandaran hebat harus dilakukan secara hebat, sungguh-sungguh, dan kerja keras, hal itu untuk mengimbangi percepatan pariwisata yang luas biasa”

Merealisasikan tagline Pangandaran Hebat” tak semudah seperti membalikkan tangan, terlebih pangandaran merupakan Kabupaten Baru berdiri, menjadi tantangan berat bagi jajaran pemerintahan H. JejeWiradinata dan H. Adang Hadari, agar mampu lari cepat mengejar ketertinggalan dan mensejajarkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Dengan generasi Pangandaran berakhlak karimah melalui penguatan pendidikan moral (moral education/character education), sangat relevan mengatasi krisis moral dan membentengi keimanan generasi muda yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter, itu semua merupakan ruh iahirnya Peraturan Bupati pangadaran tentang Pendidikan karakter.

Jika pendidikan karekter tidak dipaksa pada generasi muda Pangadaran saat ini, maka jangan salahkan kalau 10 atau 20 tahun yang akan datang Pangadaran dipimpin oleh manusia yang tidak berkarakter, tidak mampu membaca dan menulis al-qur,an, dan tidak memiliki etika serta moral, tidak mencintai ulama.

Menurut saya “Pangandaran hebat”, ternyata bukan hanya sebatas janji politik H, Jeje dan H. Adang semata, tetapi menjadi sebuah kebutuhan dan motivasi untuk melindungi generasi milenial sebagai penerus pembangunan Pangandaran agar lebih berkharakter dan berakhlak karimah, bermoral, dan berbudaya sunda yang silih asas, silih asih dan silih asuh.

Posisi Kementerian agama bukan sekedar mitra pemerintah daerah tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kabupaten Pangandaran. Madrasah (RA, MI, MTs,MA) pondok pesantren, Diniyah, TPQ/TPA, Majelistaklim dan lembaga ,yang dibina, dilayani adalah masyakat pangandaran.

Bukti kesungguhan Pemda Kab. pangandaran kepada pendidikan agama dan keagamaan, dilontarkan Bupati Pangandaran H. Jeje wiradinata, Bupati pangadaran dihadapan 2000 guru madrasah, dalam acara Deseminasi meningkatkan kualitas pendidikan agama pada tanggal 23 Desember 2019 di Islamic Center Pangandaran.

Dan pada akhir tahun 2019 kemarin sebanyak 788 guru honorer non-ASN jenjang MI/MTs/, dan MA di lingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran menerima insentif tunjangan pendidikan dan tenaga kependidikan sebesar Rp. 325.000/- bulan per orang.) Penulis : Dr. H. Cece Hidayat, M.Si (Kepala Kemenag Kab. Pangandaran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here